Sampel bercabang
Satu sampel diterima, dibagi, lalu diuji paralel pada jalur sifat fisik, komposisi, dan mikrobiologi.
Tampilan 3D tidak dapat dimuat di perangkat ini.
Inventaris, alur kerja, dan daftar kebutuhan tetap dapat digunakan.
Simulasi 3D · Laboratorium
Laboratorium untuk memeriksa mutu dan keamanan bahan baku serta produk pangan, meliputi sifat fisik, komposisi gizi, dan mikrobiologi.
Sampel dicatat, ditimbang, lalu dihaluskan atau dihomogenkan agar bagian yang diuji mewakili seluruh sampel.
pH, kadar gula (°Brix), aktivitas air, tekstur, dan warna diukur dan dibandingkan dengan spesifikasi.
Sampel dikeringkan di oven atau diabukan di furnace, lalu kadarnya dihitung dari selisih berat.
Protein ditetapkan dari kadar nitrogen dengan Kjeldahl; lemak diekstrak dengan pelarut di Soxhlet.
Logam berat diukur dengan AAS; residu dan bahan tambahan dengan HPLC atau GC sesuai metode.
Sampel diencerkan di stomacher, ditanam di BSC, diinkubasi, lalu koloninya dihitung.
Sampel dan pembanding disimpan dingin, beku, atau kering sesuai sifatnya.
Ilustrasi konfigurasi. Kebutuhan akhir disesuaikan dengan sampel, metode pengujian, kapasitas, dan risiko pekerjaan.
Sampel pangan diterima, ditimbang, dan dihaluskan atau dihomogenkan sebelum dibagi ke lajur pengujian.
Lajur uji sifat fisik: pH, kadar gula (refraktometer), aktivitas air, tekstur, warna, dan viskositas.
Lajur uji komposisi: kadar air dan abu (oven, furnace, desikator), protein (Kjeldahl), dan lemak (Soxhlet).
Lajur mikrobiologi: pengenceran dengan stomacher, penanaman di BSC, inkubasi, dan penghitungan koloni.
Penyimpanan sampel, reagen, dan pelarut dengan lemari dingin serta lemari yang sesuai sifat bahannya.
Satu sampel diterima, dibagi, lalu diuji paralel pada jalur sifat fisik, komposisi, dan mikrobiologi.
Semua perlengkapan di simulasi ini bisa dipesan lewat Haian. Furnitur dan lemari lab kami produksi sendiri.
Tidak ada item yang cocok.
Bergantung kategori pangannya. Umumnya cemaran mikroba (Peraturan BPOM 13/2019 jo. 3/2026), logam berat (Peraturan BPOM 9/2022), parameter SNI bila produknya ber-SNI wajib, dan komposisi gizi untuk label.
Untuk pemenuhan batas logam berat, Peraturan BPOM 9/2022 meminta bukti hasil uji lab terakreditasi. Lab internal tetap berguna untuk QC harian dan pelepasan batch, sementara uji untuk izin edar atau sertifikasi biasanya memakai lab terakreditasi KAN.
Keduanya menentukan apakah mikroba berbahaya bisa tumbuh. Regulasi FDA (21 CFR 113) menggolongkan pangan kaleng dengan aw di atas 0,85 dan pH di atas 4,6 sebagai pangan asam rendah yang butuh proses panas khusus.
Destruksi dengan asam sulfat pekat menghasilkan uap asam, jadi butuh fume hood atau scrubber, listrik daya besar, dan air pendingin untuk destilasi. Kadar protein dihitung dari nitrogen dikali faktor, umumnya 6,25 (ISO 1871).
Sebaiknya ya. ISO 7218 meminta area mikrobiologi dipisah dari kegiatan yang bisa mencemari atau terganggu, dengan alur dari sampel ke penanaman, inkubasi, lalu dekontaminasi limbah.
Mengikuti metodenya. ISO 4833-1, metode internasional untuk hitung koloni mikroba, menginkubasi cawan pada 30 °C; uji coliform, kapang-khamir, dan patogen memakai suhu dan media masing-masing.
Mulai dari kebutuhan uji. Pabrik kecil sering cukup dengan preparasi, uji fisik, kadar air dan abu, serta mikrobiologi dasar; uji logam berat dan residu bisa dikirim ke lab terakreditasi sampai volumenya cukup.
Setiap sampel diberi kode sejak diterima, dibagi menjadi bagian uji dan bagian simpan, lalu disimpan pada suhu sesuai sifatnya. Alat penghalus dibersihkan di antara sampel.
Sisa asam dan pelarut dari Kjeldahl dan Soxhlet ditampung sebagai limbah B3 (PP No. 22 Tahun 2021). Biakan mikroba di-autoclave sebelum dibuang.
Seret untuk memutar, gulir untuk zoom, klik kanan untuk menggeser. Klik alat untuk melihat detail.