Menyiapkan laboratorium 3D…

Simulasi 3D · Laboratorium

Ringkasan

Laboratorium untuk menguji mutu bensin, solar, biodiesel, gas, dan produk petrokimia terhadap spesifikasi: distilasi, titik nyala, viskositas, sulfur, kromatografi gas, angka oktan dan setana.

Luas denah
±272 m²
Ruang
7
Perlengkapan
42
Produksi Haian
9

Kenapa lab ini dibutuhkan

  • RegulasiSpesifikasi BBM dari Dirjen MigasSolar B50 (Kepdirjen Migas 75.K/MG.06/DJM/2026, berlaku 1 Juli 2026) dan bensin RON 91/95 (Kepdirjen 110.K/MG.01/DJM/2022) menetapkan batas tiap parameter beserta metode ujinya.
  • RegulasiMandatori biodiesel B50Kepmen ESDM 257.K/EK.01/MEM.E/2026 mewajibkan campuran biodiesel 50% pada solar. Kadar FAME campuran diuji, dan mutu B100 diperiksa sebelum dicampur.
  • MutuSulfur turun bertahapBatas sulfur solar B50 turun ke 0,005% m/m (50 ppm) mulai 1 Desember 2027; bensin RON 91 ke 50 ppm mulai 1 Januari 2028. Lab perlu metode sulfur kadar rendah.
  • MutuDiuji setiap kali BBM berpindahDi Integrated Terminal Balongan, Pertamina menguji BBM sebelum diterima dari kilang, setelah tiba di terminal, dan sebelum dimuat ke truk tangki, setiap hari.
  • AkreditasiLab uji terakreditasiLab pengujian BBM LEMIGAS terakreditasi KAN menurut SNI ISO/IEC 17025:2017 dan juga menyelenggarakan uji profisiensi untuk lab BBM, pelumas, dan gas.
  • K3Cairan & gas mudah terbakarNFPA 45 berlaku untuk lab yang memakai bahan kimia mudah terbakar dan NFPA 30 untuk penyimpanannya. Area dengan uap mudah terbakar diklasifikasikan menurut IEC 60079-10-1.

Siapa yang perlu lab ini

  • Kilang minyakKontrol mutu produk kilang sebelum dikirim.
  • Terminal & depo BBMUji saat penerimaan, penimbunan, dan penyaluran.
  • Produsen biodieselMutu B100 sebelum dikirim untuk pencampuran.
  • Badan usaha niaga BBMBukti mutu produk yang dipasarkan sesuai spesifikasi.
  • Industri petrokimiaKomposisi bahan baku dan produk dengan GC.
  • Gas bumi & LPGKomposisi gas dan nilai kalor untuk transaksi.
  • Surveyor & lab uji pihak ketigaUji kuantitas dan kualitas untuk transaksi dan sengketa.
  • Balai pengujian & kampusPengujian untuk pengawasan pemerintah dan riset bahan bakar.

Aktivitas utama

  1. 01
    Penerimaan & pertinggal

    Sampel dari truk tangki atau jeriken dicatat dan diberi kode; sebagian disimpan di lemari tahan api sebagai pertinggal.

  2. 02
    Distilasi & titik nyala

    Kurva distilasi menunjukkan rentang didih bahan bakar; titik nyala menunjukkan keamanan penyimpanan.

  3. 03
    Viskositas, densitas, air, sulfur

    Parameter fisik dan kimia utama spesifikasi solar dan bensin, masing-masing dengan metode ASTM yang ditetapkan.

  4. 04
    Kromatografi gas

    Komposisi gas bumi dan LPG, distribusi titik didih fraksi minyak, dan gliserida biodiesel dianalisis dengan GC.

  5. 05
    Uji biodiesel & B50

    Kadar FAME, stabilitas oksidasi, angka asam, kadar air, dan sifat dingin.

  6. 06
    Angka oktan & setana

    Sampel dibandingkan dengan bahan bakar acuan di mesin uji satu silinder.

Ilustrasi konfigurasi. Kebutuhan akhir disesuaikan dengan sampel, metode pengujian, kapasitas, dan risiko pekerjaan.

Ruang

7 ruang · klik ruang untuk melihat isi dan kebutuhannya

  1. 01Ruang Kromatografi Gas6 × 5 m · ±30 m²

    Komposisi gas bumi, LPG, dan fraksi minyak dianalisis dengan GC dan GC-MS; gas pembawa dari manifold dinding.

    Kebutuhan ruang

    • Gas pembawa dan gas detektor dari kandang tabung di luar, lewat manifold dinding dengan katup penutup.
    • Exhaust di atas GC; jalur gas diuji kebocoran secara berkala.
    • Suhu ruang stabil dan listrik bersih dengan UPS untuk GC dan komputer.

    Perlengkapan di ruang ini

  2. 02Lab Uji BBM7,5 × 5 m · ±38 m²

    Uji spesifikasi bensin dan solar: distilasi, titik nyala, viskositas, densitas, sulfur, dan kadar air.

    Kebutuhan ruang

    • Hisap lokal di atas distillation analyzer dan flash point tester; fume hood untuk menuang sampel.
    • Listrik stabil untuk alat yang berjalan otomatis; tanpa sumber api terbuka di dekat sampel.
    • Air pendingin atau chiller untuk kondensor sesuai jenis alat; safety shower dan eyewash.
    • Lantai tahan bahan bakar dan mudah dibersihkan; spill kit di dekat meja.

    Perlengkapan di ruang ini

  3. 03Ruang Mesin Uji Oktan & Setana6,5 × 5 m · ±33 m²

    Mesin uji satu silinder (CFR) untuk angka oktan bensin dan angka setana solar; ruang terpisah karena bising dan bergetar.

    Kebutuhan ruang

    • Pondasi mesin terpisah dari lantai agar getaran tidak merambat ke ruang lain.
    • Saluran gas buang mesin ke luar gedung dan ventilasi ruang.
    • Listrik daya untuk motor mesin; bahan bakar acuan di lemari tahan api.
    • Dinding dan pintu yang meredam bising.

    Perlengkapan di ruang ini

  4. 04Lab Biodiesel7 × 5 m · ±35 m²

    Uji B100 dan campuran solar-biodiesel: kadar FAME, stabilitas oksidasi, gliserida, air, angka asam, dan sifat dingin.

    Kebutuhan ruang

    • Fume hood untuk menyiapkan sampel dan pelarut.
    • Listrik stabil untuk instrumen yang berjalan lama (uji stabilitas oksidasi).
    • Air murni untuk reagen; sink dan eyewash di dekat meja basah.

    Perlengkapan di ruang ini

  5. 05Penerimaan & Sampel Pertinggal7,5 × 5 m · ±38 m²

    Sampel dari kilang, terminal, atau pemasok dicatat, diberi kode, dan sebagian disimpan sebagai pertinggal.

    Kebutuhan ruang

    • Pintu ganda ke halaman untuk trolley dan jeriken sampel.
    • Lemari tahan api untuk sampel pertinggal BBM; lemari biasa untuk dokumen dan sampel padat.
    • Ventilasi umum yang cukup karena sampel bahan bakar disimpan di ruang ini.

    Perlengkapan di ruang ini

  6. 06Gudang Bahan Mudah Terbakar5,5 × 5 m · ±28 m²

    Penyimpanan pelarut, bahan bakar acuan, dan drum sampel; berpintu langsung ke halaman.

    Kebutuhan ruang

    • Ventilasi alami atau mekanis; peralatan listrik sesuai klasifikasi area bila diperlukan.
    • Lemari tahan api dan palet penampung tumpahan; jauh dari sumber panas.
    • APAR di pintu dan rambu bahaya; pintu langsung ke luar.

    Perlengkapan di ruang ini

  7. 07Halaman & Area Tabung Gas20 × 3,6 m · ±72 m²

    Truk tangki dan kendaraan sampel bongkar muat; tabung gas disimpan di kandang luar gedung.

    Kebutuhan ruang

    • Kandang tabung gas berventilasi dan terkunci; tabung oksigen dipisah dari gas bakar.
    • Area bongkar sampel jauh dari sumber api, dengan palet penampung tumpahan.
    • Jalur trolley rata dari dok ke pintu ruang penerimaan.

    Perlengkapan di ruang ini

Alur kerja

Sampel solar: uji spesifikasi

7 langkah

Sampel dari truk tangki dicatat, lalu diuji densitas, viskositas, distilasi, titik nyala, air, dan sulfur; kadar FAME diuji di lab biodiesel.

Sampel gas: komposisi dengan GC

4 langkah

Silinder sampel gas dibawa ke ruang GC; gas pembawa dari kandang tabung di luar lewat manifold.

Perlengkapan

Semua perlengkapan di simulasi ini bisa dipesan lewat Haian. Furnitur dan lemari lab kami produksi sendiri.

Furnitur 5

Alat utama 10

Peralatan umum 4

Penyimpanan 3

Keselamatan 8

Aksesori & glassware 1

Consumable & reagen 5

Sistem pendukung 6

FAQ

Uji apa saja untuk solar B50?

Kepdirjen Migas 75.K/MG.06/DJM/2026 memuat antara lain angka setana (ASTM D613), densitas (D1298/D4052), viskositas pada 40 °C (D445), sulfur, distilasi 90% (D86), titik nyala (D93), kadar air (D6304), kadar FAME 50% v/v, dan stabilitas oksidasi (EN 15751 atau D7545). Solar CN 51 punya batas yang lebih ketat untuk beberapa parameter.

Kenapa kadar sulfur jadi perhatian?

Batasnya turun bertahap: solar B50 ke 0,005% m/m (50 ppm) mulai 1 Desember 2027 dan bensin RON 91 ke 50 ppm mulai 1 Januari 2028. Metode yang dicantumkan antara lain ASTM D2622, D4294, dan D5453 (fluoresensi UV); untuk kadar rendah pilih metode dan alat yang cakupannya sesuai.

Bagaimana angka oktan dan setana diukur?

Dengan mesin uji satu silinder berrasio kompresi variabel (CFR) menurut ASTM D2699 untuk RON dan D613 untuk angka setana. LEMIGAS memakai mesin CFR F-1 untuk RON. Mesin ini bising dan bergetar, jadi diletakkan di ruang terpisah dengan pondasi dan saluran gas buang sendiri.

Apa yang diuji pada biodiesel?

Pada campuran solar: kadar FAME, stabilitas oksidasi, air, dan angka asam. Pada B100: antara lain kadar ester metil, gliserol bebas dan total, monogliserida (GC menurut ASTM D6584), air, dan stabilitas oksidasi. Batas B100 untuk program B50 mengacu Kepmen ESDM 257.K/EK.01/MEM.E/2026.

Kenapa GC perlu ruang sendiri?

GC memakai beberapa gas (pembawa dan detektor) yang dialirkan dari tabung di luar lewat manifold, butuh suhu ruang stabil, dan dipakai untuk banyak metode: komposisi gas bumi (ASTM D1945), LPG (D2163), distribusi titik didih (D2887), dan gliserida biodiesel (D6584).

Bagaimana menyimpan sampel dan bahan mudah terbakar?

Simpan di lemari tahan api dan gudang khusus yang berventilasi, dengan palet penampung tumpahan untuk drum. NFPA 30 mengatur penyimpanan cairan mudah terbakar, dan NFPA 45 membatasi jumlahnya di setiap unit lab. Sampel pertinggal diberi kode dan masa simpan.

Apa itu zona area berbahaya?

Klasifikasi area tempat uap mudah terbakar bisa muncul (IEC 60079-10-1). Zona 0: uap ada terus-menerus atau lama; Zona 1: mungkin ada saat operasi normal; Zona 2: biasanya tertutup dan hanya muncul singkat bila terjadi kebocoran (definisi OSHA 1910.399). Peralatan listrik di zona itu harus sesuai klasifikasinya.

Di mana tabung gas sebaiknya diletakkan?

Di kandang berventilasi di luar gedung, tegak dan terikat, lalu dialirkan ke lab lewat pipa dan manifold. Tabung oksigen dipisah dari tabung gas bakar sejauh 6,1 m atau dengan sekat tahan api setinggi 1,5 m (OSHA 1910.253).

Bisakah lab migas dibangun bertahap?

Bisa. Mulai dari parameter yang paling sering diminta untuk produk Anda (mis. densitas, viskositas, titik nyala, air, distilasi), lalu tambahkan sulfur kadar rendah, GC, uji biodiesel, dan mesin uji. Kandang gas, exhaust, dan listrik daya untuk tahap berikutnya sebaiknya disiapkan sejak awal.

Referensi

  1. Kepdirjen Migas No. 75.K/MG.06/DJM/2026 — Standar dan Mutu (Spesifikasi) BBM Jenis Solar (B50)Ditjen Migas, Kementerian ESDM
  2. Kepdirjen Migas No. 110.K/MG.01/DJM/2022 — Spesifikasi Bensin RON 91 dan RON 95Ditjen Migas, Kementerian ESDM
  3. Kepmen ESDM No. 257.K/EK.01/MEM.E/2026 — Kewajiban pencampuran biodiesel 50% (B50)Kementerian ESDM
  4. Kepmen ESDM No. 341.K/EK.01/MEM.E/2024 — Mandatori B40Kementerian ESDM
  5. Laman layanan pengujian & uji profisiensi LEMIGASBalai Besar Pengujian Migas (LEMIGAS)
  6. ASTM D86, D93, D445, D4052, D1298, D6304, D5453, D2699, D613ASTM International
  7. ASTM D1945, D2163, D2887, D6584 — metode kromatografi gasASTM International
  8. EN 15751 — stabilitas oksidasi (metode percepatan)CEN
  9. NFPA 45 — Fire Protection for Laboratories Using ChemicalsNFPA · Rincian sumber di artikel
  10. NFPA 30 — Flammable and Combustible Liquids CodeNFPA
  11. IEC 60079-10-1 — Classification of areas: Explosive gas atmospheresIEC
  12. OSHA 29 CFR 1910.399 (definisi zona) dan 1910.253 (penyimpanan tabung oksigen)OSHA
  13. SNI ISO/IEC 17025:2017 — Persyaratan umum kompetensi laboratorium pengujian dan kalibrasiBSN; akreditasi oleh KAN