Menyiapkan laboratorium 3D…

Simulasi 3D · Laboratorium

Ringkasan

Laboratorium untuk menumbuhkan, mengamati, dan menguji mikroba atau sel, dengan alur kerja aseptis dan pengelolaan limbah biologis yang aman.

Luas denah
±204 m²
Ruang
6
Perlengkapan
66
Produksi Haian
14

Kenapa lab ini dibutuhkan

  • RegulasiCemaran mikroba panganPeraturan BPOM No. 13 Tahun 2019 (diubah Peraturan BPOM No. 3 Tahun 2026) menetapkan batas cemaran mikroba pangan olahan. Kepatuhannya dibuktikan lewat uji laboratorium.
  • RegulasiCemaran mikroba kosmetikPeraturan BPOM No. 16 Tahun 2024 mengatur batas cemaran mikroba, logam berat, dan kimia dalam kosmetik.
  • AkreditasiSNI ISO/IEC 17025Hasil uji mikrobiologi untuk pihak lain diakui bila lab diakreditasi KAN berdasarkan SNI ISO/IEC 17025:2017.
  • K3Biosafety berbasis risikoWHO Laboratory Biosafety Manual edisi 4 menentukan tindakan pengendalian dari penilaian risiko agen biologis dan pekerjaannya, bukan dari label ruang saja.
  • K3Perlindungan dari aerosolPekerjaan yang bisa menimbulkan aerosol dari bahan berisiko dilakukan di BSC, yang melindungi pengguna, sampel, dan lingkungan.
  • LingkunganLimbah biologisBiakan dan bahan terkontaminasi didekontaminasi, mis. dengan autoclave, sebelum keluar dari lab. Limbah infeksius tergolong limbah B3 (PP No. 22 Tahun 2021).

Siapa yang perlu lab ini

  • Pangan & minumanAngka lempeng total, kapang-khamir, dan patogen sesuai Peraturan BPOM.
  • FarmasiUji batas mikroba, uji sterilitas, dan pemantauan lingkungan produksi.
  • KosmetikUji cemaran mikroba produk sebelum rilis.
  • Air minum & AMDKUji coliform dan E. coli pada air baku dan produk.
  • Pertanian, perikanan & peternakanDiagnosis penyakit dan mutu produk hasil panen.
  • Bioteknologi & risetKultur mikroba dan sel, serta analisis molekuler.
  • Laboratorium pengujianJasa uji mikrobiologi untuk klien, terakreditasi KAN.
  • Kampus & lembaga risetPraktikum dan penelitian mikrobiologi.

Aktivitas utama

  1. 01
    Pembuatan & sterilisasi media

    Media ditimbang, dilarutkan, diatur pH-nya, lalu disterilkan di autoclave pada 121 °C.

  2. 02
    Penanganan sampel aseptis

    Sampel berisiko dibuka di BSC. LAF hanya untuk pekerjaan yang cukup melindungi produk, mis. menuang media steril.

  3. 03
    Inkubasi & hitung koloni

    Cawan diinkubasi pada suhu sesuai metode, lalu koloni dihitung dan diamati.

  4. 04
    Kultur sel

    Sel ditumbuhkan pada suhu dan kadar CO₂ terkendali, lalu diamati dengan mikroskop inverted tanpa membuka wadah.

  5. 05
    Analisis PCR

    DNA diperbanyak dan dibaca. Alurnya satu arah dari area reagen bersih ke area produk amplifikasi.

  6. 06
    Penyimpanan stok & sampel

    Stok kultur dan reagen dibekukan; suhunya dipantau dengan alarm.

  7. 07
    Dekontaminasi limbah

    Biakan dan bahan terkontaminasi di-autoclave sebelum dibuang; benda tajam dikumpulkan di wadah tahan tusuk.

Ilustrasi konfigurasi. Kebutuhan akhir disesuaikan dengan sampel, metode pengujian, kapasitas, dan risiko pekerjaan.

Ruang

6 ruang · klik ruang untuk melihat isi dan kebutuhannya

  1. 01Media & Sterilisasi5,5 × 6 m · ±33 m²

    Menimbang dan melarutkan media, lalu mensterilkan dengan autoclave sebelum dipakai di area aseptis.

    Kebutuhan ruang

    • Listrik daya besar untuk autoclave dan hotplate, dengan jarak bebas di sekitar autoclave.
    • Air bersih dan air murni untuk membuat media.
    • Ventilasi atau exhaust untuk membuang panas dan uap saat autoclave dibuka.
    • Lantai dan meja mudah dibersihkan; tumpahan media cepat dilap.

    Perlengkapan di ruang ini

  2. 02Area Aseptis5,5 × 6 m · ±33 m²

    Penanganan sampel dan kultur di kabinet (BSC/LAF) sesuai tingkat risiko dan kebutuhan perlindungan produk.

    Kebutuhan ruang

    • BSC di bagian belakang ruang, jauh dari pintu, jendela, lalu lintas orang, dan hembusan AC.
    • Pintu menutup sendiri; sink cuci tangan dekat pintu keluar.
    • Meja kedap air dan tahan disinfektan; kursi berlapis bahan tidak berpori.
    • Jalur vakum dilindungi perangkap disinfektan dan filter HEPA.
    • Eyewash tersedia di dalam lab.

    Perlengkapan di ruang ini

  3. 03Inkubasi & Pembacaan6 × 6 m · ±36 m²

    Inkubasi kultur pada suhu terkendali, lalu pembacaan hasil dengan colony counter dan mikroskop.

    Kebutuhan ruang

    • Listrik stabil untuk inkubator dan freezer, idealnya dengan cadangan daya.
    • Alarm suhu untuk inkubator dan freezer yang menyimpan stok.
    • Ventilasi cukup untuk membuang panas dari kompresor dan inkubator.

    Perlengkapan di ruang ini

  4. 04Modul Kultur Sel5,5 × 6 m · ±33 m²

    Modul khusus kultur sel: BSC, CO₂ incubator, inverted microscope, dan centrifuge berpendingin.

    Kebutuhan ruang

    • Gas CO₂ dari tabung yang diikat, dengan regulator dekat inkubator.
    • BSC jauh dari pintu dan jalur lalu lintas; ruang dengan sedikit orang keluar-masuk.
    • Listrik stabil dengan UPS untuk inkubator CO₂ dan centrifuge berpendingin.

    Perlengkapan di ruang ini

  5. 05Modul Molekuler5,5 × 6 m · ±33 m²

    Modul khusus analisis molekuler: PCR/qPCR, elektroforesis, dan dokumentasi gel.

    Kebutuhan ruang

    • Alur satu arah: area reagen bersih → ekstraksi → amplifikasi dan analisis produk.
    • Pipet, jas lab, dan consumable terpisah untuk tiap area.
    • Listrik stabil dengan UPS untuk thermal cycler, qPCR, dan komputer.
    • Gel doc berpelindung UV; pewarna gel ditangani dengan sarung tangan.

    Perlengkapan di ruang ini

  6. 06Dekontaminasi & Pencucian6 × 6 m · ±36 m²

    Dekontaminasi limbah dengan autoclave, pencucian peralatan, dan penanganan limbah biologis.

    Kebutuhan ruang

    • Listrik daya besar dan air untuk autoclave limbah, plus exhaust panas.
    • Saluran buang lancar untuk sink cuci peralatan; lantai anti-slip.
    • Pintu keluar limbah terpisah dari jalur masuk sampel.
    • Eyewash dekat area cuci.

    Perlengkapan di ruang ini

Alur kerja

Uji mikrobiologi

6 langkah

Dari pembuatan media, sterilisasi, penanganan sampel di BSC, inkubasi, pembacaan, hingga dekontaminasi limbah.

Kultur sel

5 langkah

Gambaran modul kultur sel: bekerja aseptis di BSC, inkubasi COâ‚‚, dan pemeriksaan sel.

Analisis molekuler

5 langkah

Gambaran modul molekuler: ekstraksi DNA, PCR, elektroforesis, dan dokumentasi gel.

Perlengkapan

Semua perlengkapan di simulasi ini bisa dipesan lewat Haian. Furnitur dan lemari lab kami produksi sendiri.

Furnitur 7

Alat utama 8

Peralatan umum 16

Penyimpanan 7

Keselamatan 8

Aksesori & glassware 3

Consumable & reagen 12

Sistem pendukung 5

FAQ

BSC atau laminar air flow, mana yang dibutuhkan?

LAF hanya melindungi produk atau media dari kontaminasi. Bila bahan yang ditangani bisa membahayakan pengguna atau lingkungan, pakai BSC, yang melindungi pengguna, sampel, dan lingkungan sekaligus.

BSC kelas berapa yang cocok?

Untuk sebagian besar pekerjaan mikrobiologi dipakai BSC Kelas II. Tipe A2 menghisap udara masuk minimal 100 fpm (±0,5 m/s), meresirkulasi ±70% udara lewat HEPA, dan membuang ±30% lewat HEPA. Bila memakai bahan kimia mudah menguap yang beracun, pilih tipe yang membuang udara ke luar gedung (BMBL).

Di mana BSC sebaiknya diletakkan?

Di bagian belakang ruang, jauh dari pintu, jendela yang bisa dibuka, jalur lalu lintas orang, kipas, dan alat yang menimbulkan aliran udara seperti centrifuge atau pompa vakum. Fume hood juga tidak boleh berdekatan dengan BSC (BMBL).

Seberapa sering BSC harus diuji?

Saat dipasang, setelah dipindahkan atau diperbaiki, dan minimal setahun sekali, mengikuti uji lapangan NSF/ANSI 49. Lampu UV tidak boleh menjadi satu-satunya cara disinfeksi kabinet.

Apa saja syarat ruang lab mikrobiologi?

Untuk BSL-2, BMBL meminta pintu menutup sendiri, sink cuci tangan dekat pintu keluar, eyewash di dalam lab, permukaan meja kedap air dan tahan bahan kimia, kursi tidak berpori, tanpa karpet, dan jalur vakum dengan perangkap disinfektan serta filter HEPA. Tingkat yang dibutuhkan ditentukan dari penilaian risiko.

Perlukah autoclave media dan autoclave limbah dipisah?

Sebaiknya ya, agar media steril tidak bersinggungan dengan limbah. Muatan limbah juga butuh siklus lebih lama: CDC mencontohkan ±4,5 kg limbah mikrobiologi perlu minimal 45 menit pada 121 °C.

Apakah PCR boleh di ruang yang sama dengan kultur?

Sebaiknya tidak. WHO menyarankan PCR dikerjakan di ruang lain dari kultur karena kultur bisa mencemari sampel PCR dan memberi hasil positif palsu. Area reagen, ekstraksi, dan amplifikasi dipisah, masing-masing dengan alatnya sendiri.

Bagaimana menangani limbah lab mikrobiologi?

Biakan dan bahan terkontaminasi dikumpulkan di kantong autoclave, didekontaminasi, lalu dibuang sesuai aturan. Jarum dan benda tajam masuk wadah tahan tusuk. Limbah infeksius tergolong limbah B3 menurut PP No. 22 Tahun 2021.

Bisakah modul kultur sel dan PCR ditambah belakangan?

Bisa. Siapkan sejak awal ruangnya, kapasitas listrik dengan UPS, dan jalur gas CO₂ bila akan ada kultur sel. Alatnya bisa ditambahkan saat layanan itu dibuka.

Referensi

  1. Laboratory Biosafety Manual, edisi 4 (2020)WHO
  2. Biosafety in Microbiological and Biomedical Laboratories (BMBL), edisi 6 — kriteria BSL-2 dan Appendix A (BSC)CDC & NIH
  3. NSF/ANSI 49 — Biosafety Cabinetry: Design, Construction, Performance, and Field CertificationNSF/ANSI
  4. EN 12469 — Biotechnology: performance criteria for microbiological safety cabinetsCEN
  5. Guideline for Disinfection and Sterilization in Healthcare Facilities (2008)CDC
  6. Molecular testing — dos and don’ts (pemisahan area PCR)WHO Global Malaria Programme
  7. Peraturan BPOM No. 13 Tahun 2019 — Batas Maksimal Cemaran Mikroba dalam Pangan Olahan (diubah Peraturan BPOM No. 3 Tahun 2026)Badan POM
  8. Peraturan BPOM No. 16 Tahun 2024 — Batas Cemaran dalam KosmetikBadan POM
  9. SNI ISO/IEC 17025:2017 — Persyaratan umum kompetensi laboratorium pengujian dan kalibrasiBSN; akreditasi oleh KAN
  10. ISO 11133 — Penyiapan, penyimpanan, dan uji kinerja media kulturISO
  11. ISO 23907-1 — Wadah limbah benda tajamISO
  12. IEC 61010-2-020 — Keselamatan sentrifus laboratoriumIEC
  13. PP No. 22 Tahun 2021 — Penyelenggaraan Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan HidupPemerintah RI