Darah utuh ke hematology analyzer
Tabung darah berantikoagulan dicampur, diperiksa di hematology analyzer, lalu hasilnya divalidasi.
Tampilan 3D tidak dapat dimuat di perangkat ini.
Inventaris, alur kerja, dan daftar kebutuhan tetap dapat digunakan.
Simulasi 3D · Laboratorium
Laboratorium rumah sakit dan klinik untuk memeriksa sampel darah, urine, dan cairan tubuh pasien, termasuk modul bank darah bila dibutuhkan layanan.
Sampel dicek identitasnya, dicampur atau disentrifus, lalu dipisah per jenis pemeriksaan.
Darah EDTA diperiksa jumlah dan jenis selnya; hasil yang janggal dicek ulang dengan sediaan apus.
Serum atau plasma diperiksa kadar gula, lemak, fungsi hati dan ginjal, serta penanda imunologi.
Plasma sitrat diperiksa waktu pembekuannya, mis. PT dan APTT.
Urin diperiksa dengan analyzer, lalu sedimennya diamati di mikroskop.
Bahan kontrol dijalankan sebelum sampel pasien; hasil divalidasi sebelum dilaporkan.
Sel darah merah, trombosit, dan plasma disimpan pada suhu masing-masing dengan alarm.
Ilustrasi konfigurasi. Kebutuhan akhir disesuaikan dengan sampel, metode pengujian, kapasitas, dan risiko pekerjaan.
Sampel diterima, dicampur atau disentrifus, lalu disiapkan sebelum masuk ke alat analisis.
Analyzer hematologi, kimia klinik, imunoassay, dan koagulasi memproses sampel; hasil divalidasi di workstation.
Pemeriksaan urin dan pengamatan sediaan di bawah mikroskop.
Reagen, kalibrator, dan kontrol mutu disimpan sesuai kebutuhan suhu dan sifatnya.
Modul khusus: penyimpanan dan pengolahan komponen darah dengan pemantauan suhu dan alarm.
Tabung darah berantikoagulan dicampur, diperiksa di hematology analyzer, lalu hasilnya divalidasi.
Darah dibiarkan membeku, dicentrifuge, serumnya dipisahkan, lalu diperiksa di chemistry analyzer.
Gambaran modul bank darah: pemisahan komponen dan penyimpanan masing-masing pada kondisi yang berbeda.
Semua perlengkapan di simulasi ini bisa dipesan lewat Haian. Furnitur dan lemari lab kami produksi sendiri.
Tidak ada item yang cocok.
Buat alur satu arah: penerimaan dan pra-analitik, lalu analisis, lalu validasi hasil. Bank darah dipisah dengan akses terbatas, dan penyimpanan reagen dekat area analisis agar suhu reagen tidak lama di luar lemari pendingin.
Menurut Permenkes No. 91 Tahun 2015: darah lengkap dan sel darah merah 2–6 °C, trombosit 20–24 °C dengan agitasi terus-menerus, serta plasma beku dan kriopresipitat di bawah −25 °C.
Tidak. Permenkes 91/2015 meminta alat simpan darah punya pencatat suhu independen dengan probe di dalam cairan, alarm batas bawah dan atas, dan sensor yang dikalibrasi minimal setahun sekali dengan deviasi tidak lebih dari 1 °C.
Listrik stabil dengan UPS, suhu ruang sesuai spesifikasi pabrik, pembuangan limbah cair analyzer, dan pada banyak analyzer kimia, pasokan air murni kelas laboratorium klinik (CLSI GP40).
Perlu untuk pekerjaan yang bisa menimbulkan percikan atau aerosol dari sampel infeksius, mis. mikrobiologi atau sampel TB. Centrifuge untuk sampel berisiko sebaiknya memakai bucket bertutup yang dibuka di BSC.
Fasilitas kesehatan diakreditasi oleh Menteri Kesehatan atau lembaga yang ditetapkannya (UU 17/2023). Lab yang ingin diakui kompetensinya secara internasional bisa diakreditasi ISO 15189 oleh KAN.
Bahan kontrol diperiksa sebelum sampel pasien sesuai rencana QC (CLSI C24) dan dinilai dengan aturan statistik, mis. Westgard. Di Amerika Serikat, CLIA meminta minimal dua level kontrol setiap hari pemeriksaan untuk uji kuantitatif. Lab juga mengikuti pemantapan mutu eksternal.
Jarum dan benda tajam ke wadah tahan tusuk, limbah infeksius ke kantong berlabel, dan limbah cair analyzer ditampung sesuai petunjuk pabrik. Semuanya dikelola sebagai limbah B3 fasilitas kesehatan sesuai Permen LHK P.56/2015.
Bisa. Siapkan ruangnya, listrik cadangan untuk lemari darah, dan jalur pemantauan suhu sejak awal; alat bank darah dipasang saat layanan transfusi dibuka.
Seret untuk memutar, gulir untuk zoom, klik kanan untuk menggeser. Klik alat untuk melihat detail.