Menyiapkan laboratorium 3D…

Simulasi 3D · Solusi fasilitas

Ringkasan

Fasilitas containment untuk bekerja dengan agen biologis yang dapat menular lewat udara: akses bertahap lewat anteroom, aliran udara selalu masuk ke lab, BSC, autoclave dua pintu, serta exhaust dan limbah cair yang didekontaminasi.

Luas denah
±176 m²
Ruang
7
Perlengkapan
29
Produksi Haian
7

Kenapa lab ini dibutuhkan

  • K3Risiko lewat udaraBMBL edisi 6: BSL-3 untuk agen yang dapat menyebabkan penyakit serius atau mematikan lewat rute inhalasi. Personel butuh pelatihan dan pengawasan khusus.
  • RegulasiBerbasis kajian risikoWHO Laboratory Biosafety Manual edisi 4 menilai risiko dari agen dan pekerjaannya, lalu memilih core requirements, heightened control measures, atau maximum containment, bukan langsung dari kelompok risiko agen.
  • K3Aliran udara selalu masukBMBL: ventilasi mekanis berduct dengan aliran terarah dari area bersih ke area berpotensi terkontaminasi, penunjuk visual di pintu masuk, dan udara buang tidak diresirkulasi.
  • K3Dua pintu & ruang yang bisa didekontaminasiAkses lewat dua pintu self-closing berurutan; jendela tersegel; fasilitas dibangun agar seluruh lab bisa didekontaminasi bila diperlukan (BMBL BSL-3 D.1, D.6, D.12).
  • MutuDiverifikasi sebelum & setiap tahunBMBL meminta desain dan parameter operasi diverifikasi sebelum dipakai dan diuji ulang setiap tahun atau setelah perubahan besar; BSC disertifikasi minimal setahun sekali.
  • LingkunganLimbah keluar dalam keadaan amanSemua limbah didekontaminasi, sebaiknya di dalam lab (BMBL). Canadian Biosafety Standard untuk CL3 meminta teknologi dekontaminasi di penghalang, mis. autoclave dua pintu.

Siapa yang perlu lab ini

  • Lab kesehatan masyarakat rujukanPemeriksaan dan surveilans agen infeksius berisiko tinggi.
  • Riset penyakit infeksiPenelitian patogen yang menular lewat udara.
  • Pengembangan vaksin & diagnostikPekerjaan dengan agen hidup pada tahap riset dan uji.
  • Kesehatan hewan & zoonosisDiagnosis dan riset penyakit hewan menular.
  • Perguruan tinggi & lembaga risetFasilitas bersama untuk riset biomedis.
  • Industri biofarmasiPengujian dan pengembangan yang memerlukan containment.

Aktivitas utama

  1. 01
    Masuk bertahap

    Koridor → ruang ganti → anteroom → lab. Penunjuk arah aliran udara dicek sebelum masuk; dua pintu tidak dibuka bersamaan.

  2. 02
    Kerja di BSC

    Semua pekerjaan yang bisa menghasilkan aerosol dilakukan di BSC Kelas II yang jauh dari pintu.

  3. 03
    Sentrifugasi aman

    Tabung disentrifus dengan rotor tertutup atau safety cup yang dibuka dan diisi di dalam BSC.

  4. 04
    Limbah padat lewat autoclave

    Limbah dimasukkan dari sisi lab, disterilkan, lalu dikeluarkan dari sisi bersih.

  5. 05
    Udara buang & limbah cair

    Udara buang disaring HEPA sebelum dilepas; limbah cair dipanaskan di EDS bila kajian risiko memerlukannya.

  6. 06
    Keluar lewat shower

    APD dilepas sesuai urutan, personel mandi di shower walk-through, lalu kembali ke ruang ganti.

Ilustrasi konfigurasi. Kebutuhan akhir disesuaikan dengan sampel, metode pengujian, kapasitas, dan risiko pekerjaan.

Ruang

7 ruang · klik ruang untuk melihat isi dan kebutuhannya

  1. 01Lab BSL-39 × 6 m · ±54 m²

    Ruang kerja containment: pekerjaan yang bisa menghasilkan aerosol dilakukan di BSC; aliran udara selalu masuk ke ruang ini.

    ---Tekanan relatif (ilustrasi)

    Kebutuhan ruang

    • Exhaust berdedikasi yang tidak diresirkulasi; aliran udara terarah dari area bersih ke area berpotensi terkontaminasi.
    • Lantai, dinding, plafon tersegel dan mudah didekontaminasi; jendela tersegel; celah di pintu dan ventilasi bisa disegel.
    • Sink cuci tangan hands-free dekat pintu keluar; buangan bisa diarahkan ke EDS bila kajian risiko memerlukannya.
    • Listrik cadangan untuk exhaust, BSC, dan alarm; BSC jauh dari pintu dan jalur lalu lalang.

    Perlengkapan di ruang ini

  2. 02Anteroom2,5 × 2,5 m · ±6 m²

    Ruang antara dua pintu self-closing; di pintu masuk ada penunjuk arah aliran udara yang bisa dilihat sebelum masuk.

    --Tekanan relatif (ilustrasi)

    Kebutuhan ruang

    • Pintu interlock agar dua pintu tidak terbuka bersamaan.
    • Penunjuk visual arah aliran udara di pintu masuk lab; alarm bila arah aliran berubah.

    Perlengkapan di ruang ini

  3. 03Ruang Ganti3,5 × 2,5 m · ±9 m²

    Personel berganti pakaian dan memakai APD (termasuk pelindung pernapasan sesuai kajian risiko) sebelum masuk.

    -Tekanan relatif (ilustrasi)

    Kebutuhan ruang

    • Loker barang pribadi dan lemari APD.
    • Wastafel cuci tangan.

    Perlengkapan di ruang ini

  4. 04Shower Keluar3 × 2,5 m · ±8 m²

    Shower badan walk-through di jalur keluar; dipasang bila kajian risiko atau standar yang dipakai memintanya.

    --Tekanan relatif (ilustrasi)

    Kebutuhan ruang

    • Air hangat dan saluran buang yang diarahkan ke EDS bila diperlukan.
    • Lantai antiselip dan dinding kedap air.

    Perlengkapan di ruang ini

  5. 05Ruang Dekontaminasi3 × 8,5 m · ±26 m²

    Sisi bersih autoclave dua pintu: limbah dan alat yang sudah disterilkan dikeluarkan dari sini.

    -Tekanan relatif (ilustrasi)

    Kebutuhan ruang

    • Autoclave dua pintu tertanam di dinding containment dengan penyegel; buangan kondensatnya ditangani di luar penghalang.
    • Trolley dan tempat limbah yang sudah disterilkan untuk diangkut keluar.

    Perlengkapan di ruang ini

  6. 06Ruang Teknis4 × 8,5 m · ±34 m²

    Unit exhaust HEPA, sistem dekontaminasi limbah cair (EDS), dan panel pemantauan; dirawat tanpa masuk ke lab.

    0Tekanan relatif (ilustrasi)

    Kebutuhan ruang

    • Filter HEPA exhaust dengan rumah bag-in/bag-out dan dudukan uji kebocoran.
    • Tangki EDS untuk mendekontaminasi limbah cair dengan panas sebelum dibuang.
    • Panel pemantauan tekanan, alarm, dan listrik cadangan.
  7. 07Koridor16 × 2,5 m · ±40 m²

    Area umum di luar fasilitas; akses ke ruang ganti terbatas bagi personel berwenang.

    0Tekanan relatif (ilustrasi)

    Kebutuhan ruang

    • Kontrol akses di pintu ruang ganti dan rambu biohazard.

    Perlengkapan di ruang ini

Alur kerja

Kaskade tekanan negatif

5 langkah

Udara selalu mengalir dari koridor ke ruang ganti, anteroom, lalu lab, kemudian dibuang lewat filter HEPA. Lapisan tata udara menyala otomatis.

Jalur limbah padat & cair

4 langkah

Limbah padat keluar lewat autoclave dua pintu; limbah cair dari sink dan shower didekontaminasi di EDS.

Perlengkapan

Semua perlengkapan di simulasi ini bisa dipesan lewat Haian. Furnitur dan lemari lab kami produksi sendiri.

Furnitur 4

Alat utama 1

Peralatan umum 3

Penyimpanan 3

Keselamatan 6

Aksesori & glassware 2

Consumable & reagen 4

Sistem pendukung 6

FAQ

Apa beda BSL-2 dan BSL-3?

BSL-3 ditujukan untuk agen yang dapat menyebabkan penyakit serius atau mematikan lewat inhalasi (BMBL). Selain praktik kerja yang lebih ketat, fasilitasnya punya dua pintu self-closing berurutan, aliran udara terarah ke dalam lab, udara buang yang tidak diresirkulasi, dan ruang yang bisa didekontaminasi. WHO LBM4 menekankan bahwa tingkat pengendalian ditentukan kajian risiko pekerjaan, bukan hanya jenis agennya.

Berapa beda tekanan antar ruang?

WHO LBM4, BMBL, dan Canadian Biosafety Standard tidak menetapkan angka pascal untuk ruang BSL-3. Yang diminta adalah aliran udara terarah yang bisa dipantau (penunjuk visual di pintu masuk), alarm bila sistem gagal, dan pencegahan pembalikan arah aliran. Nilai beda tekanan ditetapkan desain dan diverifikasi saat komisioning.

Apakah udara buang wajib disaring HEPA?

BMBL untuk BSL-3 memberi dua pilihan: udara buang dilepas jauh dari area berpenghuni dan intake udara, atau disaring HEPA. Canadian Biosafety Standard untuk CL3 mewajibkan HEPA satu tahap di exhaust. Banyak desain memakai HEPA dengan rumah bag-in/bag-out agar filter bisa diganti dan diuji dengan aman.

Perlukah shower keluar?

Di BMBL, shower keluar termasuk peningkatan yang dipilih berdasarkan kajian risiko. Canadian Biosafety Standard untuk CL3 meminta anteroom dengan shower badan walk-through di penghalang containment. Tentukan standar acuan sejak awal karena shower memengaruhi denah dan saluran buang.

Haruskah autoclave dua pintu?

BMBL untuk BSL-3 meminta metode dekontaminasi semua limbah tersedia, sebaiknya di dalam lab. Canadian Biosafety Standard untuk CL3 meminta teknologi dekontaminasi di penghalang containment, misalnya autoclave dua pintu yang disegel ke dinding. Autoclave dua pintu juga memisahkan jalur limbah dari jalur orang.

Kapan EDS (dekontaminasi limbah cair) dibutuhkan?

BMBL mewajibkan EDS di BSL-4 dan ABSL-3Ag; Canadian Biosafety Standard di CL3 mewajibkannya bila menangani patogen hewan non-indigenous. Untuk BSL-3 lain, keputusan diambil dari kajian risiko. Bila mungkin dibutuhkan kelak, siapkan ruang tangki dan kemiringan saluran sejak awal.

BSC apa yang dipakai dan di mana diletakkan?

BSC Kelas II (tipe A1, A2, B1, B2, atau C1 menurut NSF/ANSI 49); tipe A2 punya inflow minimal 100 lfm. BMBL meminta BSC diletakkan jauh dari pintu, jalur lalu lalang, dan aliran udara yang bisa mengganggu, serta disertifikasi minimal setahun sekali.

Bagaimana aturan BSL-3 di Indonesia?

Kami belum menemukan peraturan Indonesia yang memuat syarat teknis gedung BSL-3. Kepmenkes HK.01.07/MENKES/9641/2020 tentang jejaring lab COVID-19 menetapkan standar BSL-2 dengan BSC Kelas II A2. Desain BSL-3 umumnya mengacu WHO LBM4, BMBL, dan Canadian Biosafety Standard, dipadukan dengan kajian risiko institusi.

Bagaimana memastikan fasilitas bekerja sesuai desain?

Lewat komisioning dan verifikasi sebelum dipakai: arah aliran udara, interlock pintu, alarm, kebocoran filter HEPA, sertifikasi BSC, dan validasi autoclave. BMBL meminta pengujian ulang setiap tahun atau setelah perubahan besar.

Referensi

  1. Laboratory Biosafety Manual, edisi 4 (2020)WHO
  2. Biosafety in Microbiological and Biomedical Laboratories (BMBL), edisi 6 — Section IV BSL-3, Appendix A (BSC)CDC & NIH
  3. Canadian Biosafety Standard, edisi 3 (2022, pembaruan 2024)Public Health Agency of Canada
  4. NSF/ANSI 49 — Biosafety Cabinetry: Design, Construction, Performance, and Field CertificationNSF/ANSI
  5. Kepmenkes HK.01.07/MENKES/9641/2020 — Jejaring Laboratorium Pemeriksaan COVID-19 (standar BSL-2)Kementerian Kesehatan
  6. Permen LHK No. P.56/MENLHK-SETJEN/2015 — Pengelolaan Limbah B3 dari Fasilitas Pelayanan KesehatanKementerian LHK