Formulasi, pengujian, dan stabilitas
Contoh sediaan dibuat, diuji sifat fisik dan kadarnya, lalu disimpan untuk uji stabilitas dan sebagai sampel pertinggal.
Tampilan 3D tidak dapat dimuat di perangkat ini.
Inventaris, alur kerja, dan daftar kebutuhan tetap dapat digunakan.
Simulasi 3D · Laboratorium
Laboratorium untuk formulasi dan pengendalian mutu obat, suplemen, dan kosmetik, mulai dari uji fisik, penetapan kadar, hingga uji stabilitas.
Bahan ditimbang lalu dicampur dan dihomogenkan menjadi krim, losion, atau larutan.
pH, kekentalan, dan massa jenis diukur dan dibandingkan dengan spesifikasi produk.
Tablet diuji kekerasan, kerapuhan, waktu hancur, dan disolusinya sesuai farmakope.
Kadar zat aktif ditetapkan dengan HPLC atau UV-Vis; identitas bahan dicek dengan FTIR.
Air dalam bahan dan produk diukur dengan titrasi Karl Fischer atau moisture analyzer.
Sampel disimpan pada suhu dan kelembapan terkendali lalu diuji berkala; sampel pertinggal tiap batch disimpan terpisah.
Cemaran mikroba produk dihitung; pekerjaan aseptis di LAF atau BSC.
Ilustrasi konfigurasi. Kebutuhan akhir disesuaikan dengan sampel, metode pengujian, kapasitas, dan risiko pekerjaan.
Penimbangan bahan dan pencampuran formula (krim, losion, larutan) dengan neraca, mixer, dan homogenizer.
Pemeriksaan sifat fisik: pH, viskositas, densitas; modul tablet untuk kekerasan, kerapuhan, waktu hancur, dan disolusi.
Analisis kadar dan komposisi dengan UV-Vis, FTIR, HPLC, GC, dan Karl Fischer sesuai metode.
Chamber stabilitas untuk menyimpan sampel pada kondisi terkendali, serta penyimpanan sampel pertinggal.
Ruang pendukung untuk uji mikrobiologi dengan kabinet bersih, inkubator, dan autoclave.
Contoh sediaan dibuat, diuji sifat fisik dan kadarnya, lalu disimpan untuk uji stabilitas dan sebagai sampel pertinggal.
Gambaran modul tablet: kekerasan, kerapuhan, waktu hancur, dan disolusi.
Semua perlengkapan di simulasi ini bisa dipesan lewat Haian. Furnitur dan lemari lab kami produksi sendiri.
Tidak ada item yang cocok.
Indonesia mengikuti pedoman stabilitas ASEAN: jangka panjang pada 30 °C ± 2 °C dan kelembapan 75% ± 5%, dan uji dipercepat pada 40 °C ± 2 °C dan kelembapan 75% ± 5% (ICH Q1A). Produk yang disimpan dingin memakai kondisi tersendiri.
Stability chamber mengendalikan suhu dan kelembapan sekaligus, sedangkan inkubator biasa umumnya hanya suhu. Chamber perlu dipetakan sebarannya, dipantau terus dengan alarm, dan didukung listrik cadangan agar data stabilitas tidak terputus.
Kekerasan, kerapuhan, waktu hancur, dan disolusi. Menurut farmakope (USP), uji kerapuhan memakai 100 putaran pada 25 rpm dengan susut bobot rata-rata maksimal 1%, uji waktu hancur pada 37 ± 2 °C, dan disolusi pada 37 ± 0,5 °C.
PIC/S GMP Annex 19, yang dianut BPOM sebagai anggota PIC/S, meminta sampel pertinggal produk jadi disimpan minimal satu tahun setelah tanggal kedaluwarsa, dalam kemasan akhirnya.
Uji sterilitas produk steril dikerjakan secara aseptis di area kelas A dengan latar kelas B atau di dalam isolator (EU/PIC/S GMP Annex 1). Uji batas mikroba produk non-steril cukup di LAF atau BSC dalam ruang yang terkendali.
Batas cemaran mengikuti Peraturan BPOM No. 16 Tahun 2024. Metodenya bisa merujuk ISO 21149 untuk hitung bakteri aerob dan ISO 17516 untuk batas mikrobiologi, sedangkan efektivitas pengawet diuji dengan challenge test ISO 11930.
Terpisah dari area basah, bersuhu stabil, listrik dengan UPS, air murni kelas 1 untuk fase gerak HPLC (ISO 3696), dan gas dari tabung yang diikat bila memakai GC.
Neraca analitik di meja anti-getar, jauh dari pintu dan hembusan AC. Serbuk yang berbahaya bila terhirup ditimbang dalam enclosure berhisap atau fume hood, bukan di meja terbuka.
Tidak. Modul tablet hanya diperlukan bila memproduksi sediaan padat. Lab kosmetik umumnya cukup dengan formulasi, uji fisik, instrumen, stabilitas, dan mikrobiologi.
Seret untuk memutar, gulir untuk zoom, klik kanan untuk menggeser. Klik alat untuk melihat detail.