Menyiapkan laboratorium 3D…

Simulasi 3D · Laboratorium

Ringkasan

Laboratorium untuk menyiapkan dan menguji bahan seperti logam, plastik, dan komponen, meliputi uji mekanik, metalografi, uji lingkungan, dan analisis termal.

Luas denah
±216 m²
Ruang
5
Perlengkapan
54
Produksi Haian
13

Kenapa lab ini dibutuhkan

  • RegulasiSNI wajibProduk seperti baja tulangan beton wajib ber-SNI (Permenperin No. 55 Tahun 2024); sertifikasinya memakai hasil uji tarik, lengkung, dan dimensi.
  • AkreditasiSNI ISO/IEC 17025Hasil uji mekanik untuk sertifikasi produk dan pihak lain diakui bila lab diakreditasi KAN.
  • MutuSertifikat materialPembeli dan proyek meminta sertifikat inspeksi material (mis. EN 10204 tipe 3.1) berisi hasil uji per heat atau batch.
  • MutuMutu beton strukturalSNI 2847:2019 memakai kuat tekan benda uji beton sebagai dasar penerimaan mutu beton di proyek.
  • K3Mesin & energi tinggiSpesimen yang patah dan pendulum impak menyimpan energi besar; area uji butuh pelindung dan jarak aman.
  • K3Etsa & debuLarutan etsa dan debu gerinda dikendalikan dengan fume hood atau hisap lokal (Permenaker No. 5 Tahun 2018).

Siapa yang perlu lab ini

  • Industri baja & logamUji tarik, kekerasan, dan metalografi untuk sertifikat produk.
  • Konstruksi & betonKuat tekan beton dan uji tarik baja tulangan.
  • Otomotif & komponenUji mekanik, kekerasan, dan ketahanan korosi lapisan.
  • Plastik, karet & polimerUji tarik, sifat termal, dan ketahanan lingkungan.
  • Elektronik & kelistrikanUji suhu, kelembapan, dan keandalan komponen.
  • Cat, coating & galvanisUji kabut garam untuk ketahanan korosi lapisan.
  • Laboratorium pengujianJasa uji material untuk klien, terakreditasi KAN.
  • Kampus teknik & politeknikPraktikum material dan penelitian.

Aktivitas utama

  1. 01
    Preparasi spesimen

    Spesimen dipotong dengan pendingin, diukur, lalu ditanam di resin.

  2. 02
    Gerinda, poles & etsa

    Permukaan diratakan dan dipoles sampai mengilap, lalu dietsa agar struktur mikronya terlihat.

  3. 03
    Pengamatan struktur mikro

    Butir, fasa, dan cacat diamati dengan mikroskop metalurgi; permukaan patahan dengan stereo microscope.

  4. 04
    Uji tarik & tekan

    Spesimen ditarik atau ditekan sampai patah untuk mendapatkan kekuatan luluh, kekuatan tarik, dan perpanjangan.

  5. 05
    Uji kekerasan & impak

    Kekerasan diukur dari bekas indentasi; ketangguhan dari energi yang diserap saat dipukul pendulum.

  6. 06
    Uji lingkungan & korosi

    Spesimen dipaparkan pada suhu, kelembapan, atau kabut garam terkendali, lalu diperiksa perubahannya.

  7. 07
    Analisis termal & komposisi

    Sifat termal diukur dengan DSC/TGA; komposisi unsur dan fasa dengan XRF dan XRD.

Ilustrasi konfigurasi. Kebutuhan akhir disesuaikan dengan sampel, metode pengujian, kapasitas, dan risiko pekerjaan.

Ruang

5 ruang · klik ruang untuk melihat isi dan kebutuhannya

  1. 01Preparasi Spesimen4,5 × 7 m · ±32 m²

    Spesimen dipotong, diukur, di-mounting, lalu digerinda dan dipoles sebelum diuji atau diamati.

    Kebutuhan ruang

    • Listrik untuk mesin potong, mounting press, dan gerinda; stopkontak jauh dari titik air.
    • Air dan saluran buang dengan saringan endapan untuk pendingin mesin potong.
    • Hisap lokal untuk debu dan uap ringan.
    • Lantai industri yang kuat dan mudah dibersihkan.

    Perlengkapan di ruang ini

  2. 02Metalografi4,5 × 5 m · ±23 m²

    Pengamatan struktur mikro dan permukaan patahan dengan mikroskop metalurgi dan stereo.

    Kebutuhan ruang

    • Sink dengan saringan endapan untuk gerinda dan poles basah.
    • Fume hood atau hisap lokal untuk etsa; eyewash dekat area etsa.
    • Meja stabil dan pencahayaan baik untuk mikroskop.

    Perlengkapan di ruang ini

  3. 03Hall Uji Mekanik8,5 × 12 m · ±102 m²

    Aula mesin berat untuk uji tarik, tekan, kekerasan, dan impak; lantai industri dan pintu ganda untuk spesimen besar.

    Kebutuhan ruang

    • Lantai beton kuat dan rata; mesin besar bisa butuh pondasi terpisah.
    • Listrik tiga fase untuk UTM dan compression tester.
    • Pintu ganda dan jalur lebar untuk spesimen panjang dan trolley.
    • Ruang bebas dan pelindung di sekitar mesin uji dan pendulum impak.

    Perlengkapan di ruang ini

  4. 04Termal & Analisis5 × 6,5 m · ±33 m²

    Pengeringan, pemanasan, dan analisis lanjutan (DSC/TGA, XRF, XRD, SEM) sesuai kebutuhan pengujian.

    Kebutuhan ruang

    • Listrik daya besar untuk furnace dan oven, dengan permukaan tahan panas.
    • Suhu ruang stabil dan meja bebas getaran untuk instrumen analisis.
    • Gas pembersih (mis. nitrogen) untuk DSC/TGA dari tabung yang diikat.

    Perlengkapan di ruang ini

  5. 05Uji Lingkungan5 × 5,5 m · ±28 m²

    Paparan spesimen pada suhu, kelembapan, atau kabut garam terkendali untuk melihat ketahanannya.

    Kebutuhan ruang

    • Listrik stabil untuk chamber yang beroperasi lama tanpa henti.
    • Air murni untuk pelembap chamber dan larutan kabut garam.
    • Saluran buang dan exhaust untuk kabut garam; jauhkan dari instrumen yang bisa berkarat.

    Perlengkapan di ruang ini

Alur kerja

Preparasi, pengukuran, pengujian, pengamatan

7 langkah

Spesimen dipotong dan diukur, lalu bercabang ke uji mekanik atau ke preparasi metalografi dan pengamatan mikroskop.

Uji ketahanan lingkungan

4 langkah

Spesimen diperiksa awal, dipaparkan pada kondisi lingkungan atau kabut garam, lalu dievaluasi.

Perlengkapan

Semua perlengkapan di simulasi ini bisa dipesan lewat Haian. Furnitur dan lemari lab kami produksi sendiri.

Furnitur 6

Alat utama 18

Peralatan umum 5

Penyimpanan 5

Keselamatan 7

Aksesori & glassware 2

Consumable & reagen 7

Sistem pendukung 4

FAQ

Standar apa yang dipakai untuk uji tarik logam?

Yang paling umum ISO 6892-1 dan ASTM E8/E8M. Keduanya mengatur bentuk spesimen, kecepatan uji, dan cara menghitung kekuatan luluh, kekuatan tarik, serta perpanjangan; ISO 6892-1 menetapkan uji pada suhu ruang 10–35 °C.

Berapa kapasitas UTM yang dibutuhkan?

Hitung dari spesimen terkuat: luas penampang dikali kekuatan tarik tertinggi yang diharapkan, lalu beri cadangan. Pastikan sistem gayanya diverifikasi berkala menurut ISO 7500-1, biasanya untuk kelas 1 pada rentang yang dipakai.

Apa kebutuhan lantai dan bangunan untuk mesin uji?

Lantai beton kuat yang rata, kadang dengan pondasi terpisah untuk mesin besar; listrik tiga fase; ruang bebas di sekitar mesin untuk pelindung dan perawatan; serta pintu dan jalur yang cukup untuk spesimen panjang.

Bagaimana spesimen uji impak Charpy?

Menurut ISO 148-1, spesimen standar berukuran 10 × 10 × 55 mm dengan takik V sedalam 2 mm. Pengujian pada suhu rendah membutuhkan bak pendingin, dan spesimen harus dipukul beberapa detik setelah dikeluarkan.

Uji kekerasan mana yang dipilih?

Bergantung bahan dan ukurannya: Rockwell (ISO 6508) untuk QC cepat, Brinell (ISO 6506) untuk bahan kasar atau tuang, dan Vickers (ISO 6507) untuk lapisan tipis dan spesimen kecil. Alat diperiksa dengan blok kekerasan standar.

Bagaimana kondisi uji kabut garam?

Uji kabut garam netral ISO 9227 memakai larutan NaCl 50 g/L dengan pH 6,5–7,2 pada suhu kabin 35 °C. ASTM B117 memakai kondisi serupa. Lamanya paparan ditentukan spesifikasi produk.

Apakah metalografi perlu fume hood?

Perlu bila memakai larutan etsa asam atau pelarut. Gerinda dan poles basah juga butuh sink dengan saringan endapan agar serbuk abrasif tidak menyumbat saluran.

Bagaimana uji tekan beton?

Benda uji silinder 150 × 300 mm atau kubus ditekan sampai hancur dengan compression tester (SNI 1974, ASTM C39). Benda uji dirawat basah sampai umur uji, umumnya 28 hari.

Apakah lab material bisa dibangun bertahap?

Bisa. Mulai dari preparasi, UTM, dan kekerasan; impak, chamber lingkungan, dan analisis termal ditambah kemudian. Siapkan sejak awal lantai yang kuat, listrik tiga fase, dan ruang untuk mesin yang akan datang.

Referensi

  1. Permenperin No. 55 Tahun 2024 — Pemberlakuan SNI Baja Tulangan Beton secara wajibKementerian Perindustrian
  2. SNI ISO/IEC 17025:2017 — Persyaratan umum kompetensi laboratorium pengujian dan kalibrasiBSN; akreditasi oleh KAN
  3. SNI 2847:2019 — Persyaratan beton struktural untuk bangunan gedungBSN
  4. EN 10204 — Jenis dokumen inspeksi produk logamCEN
  5. ISO 6892-1 dan ASTM E8/E8M — Uji tarik bahan logamISO, ASTM
  6. ISO 7500-1 — Verifikasi sistem gaya mesin ujiISO
  7. ISO 148-1 — Uji impak CharpyISO
  8. ISO 6506, ISO 6507, ISO 6508 — Uji kekerasan Brinell, Vickers, RockwellISO
  9. ISO 9227 dan ASTM B117 — Uji kabut garamISO, ASTM
  10. IEC 60068-2 — Uji lingkungan komponen (suhu, kelembapan)IEC
  11. SNI 1974 dan ASTM C39 — Uji kuat tekan betonBSN, ASTM
  12. ASTM E3 — Penyiapan spesimen metalografiASTM
  13. Permenaker No. 5 Tahun 2018 — K3 Lingkungan Kerja (nilai ambang batas faktor kimia)Kementerian Ketenagakerjaan