Preparasi, pengukuran, pengujian, pengamatan
Spesimen dipotong dan diukur, lalu bercabang ke uji mekanik atau ke preparasi metalografi dan pengamatan mikroskop.
Tampilan 3D tidak dapat dimuat di perangkat ini.
Inventaris, alur kerja, dan daftar kebutuhan tetap dapat digunakan.
Simulasi 3D · Laboratorium
Laboratorium untuk menyiapkan dan menguji bahan seperti logam, plastik, dan komponen, meliputi uji mekanik, metalografi, uji lingkungan, dan analisis termal.
Spesimen dipotong dengan pendingin, diukur, lalu ditanam di resin.
Permukaan diratakan dan dipoles sampai mengilap, lalu dietsa agar struktur mikronya terlihat.
Butir, fasa, dan cacat diamati dengan mikroskop metalurgi; permukaan patahan dengan stereo microscope.
Spesimen ditarik atau ditekan sampai patah untuk mendapatkan kekuatan luluh, kekuatan tarik, dan perpanjangan.
Kekerasan diukur dari bekas indentasi; ketangguhan dari energi yang diserap saat dipukul pendulum.
Spesimen dipaparkan pada suhu, kelembapan, atau kabut garam terkendali, lalu diperiksa perubahannya.
Sifat termal diukur dengan DSC/TGA; komposisi unsur dan fasa dengan XRF dan XRD.
Ilustrasi konfigurasi. Kebutuhan akhir disesuaikan dengan sampel, metode pengujian, kapasitas, dan risiko pekerjaan.
Spesimen dipotong, diukur, di-mounting, lalu digerinda dan dipoles sebelum diuji atau diamati.
Pengamatan struktur mikro dan permukaan patahan dengan mikroskop metalurgi dan stereo.
Aula mesin berat untuk uji tarik, tekan, kekerasan, dan impak; lantai industri dan pintu ganda untuk spesimen besar.
Pengeringan, pemanasan, dan analisis lanjutan (DSC/TGA, XRF, XRD, SEM) sesuai kebutuhan pengujian.
Paparan spesimen pada suhu, kelembapan, atau kabut garam terkendali untuk melihat ketahanannya.
Spesimen dipotong dan diukur, lalu bercabang ke uji mekanik atau ke preparasi metalografi dan pengamatan mikroskop.
Spesimen diperiksa awal, dipaparkan pada kondisi lingkungan atau kabut garam, lalu dievaluasi.
Semua perlengkapan di simulasi ini bisa dipesan lewat Haian. Furnitur dan lemari lab kami produksi sendiri.
Tidak ada item yang cocok.
Yang paling umum ISO 6892-1 dan ASTM E8/E8M. Keduanya mengatur bentuk spesimen, kecepatan uji, dan cara menghitung kekuatan luluh, kekuatan tarik, serta perpanjangan; ISO 6892-1 menetapkan uji pada suhu ruang 10–35 °C.
Hitung dari spesimen terkuat: luas penampang dikali kekuatan tarik tertinggi yang diharapkan, lalu beri cadangan. Pastikan sistem gayanya diverifikasi berkala menurut ISO 7500-1, biasanya untuk kelas 1 pada rentang yang dipakai.
Lantai beton kuat yang rata, kadang dengan pondasi terpisah untuk mesin besar; listrik tiga fase; ruang bebas di sekitar mesin untuk pelindung dan perawatan; serta pintu dan jalur yang cukup untuk spesimen panjang.
Menurut ISO 148-1, spesimen standar berukuran 10 × 10 × 55 mm dengan takik V sedalam 2 mm. Pengujian pada suhu rendah membutuhkan bak pendingin, dan spesimen harus dipukul beberapa detik setelah dikeluarkan.
Bergantung bahan dan ukurannya: Rockwell (ISO 6508) untuk QC cepat, Brinell (ISO 6506) untuk bahan kasar atau tuang, dan Vickers (ISO 6507) untuk lapisan tipis dan spesimen kecil. Alat diperiksa dengan blok kekerasan standar.
Uji kabut garam netral ISO 9227 memakai larutan NaCl 50 g/L dengan pH 6,5–7,2 pada suhu kabin 35 °C. ASTM B117 memakai kondisi serupa. Lamanya paparan ditentukan spesifikasi produk.
Perlu bila memakai larutan etsa asam atau pelarut. Gerinda dan poles basah juga butuh sink dengan saringan endapan agar serbuk abrasif tidak menyumbat saluran.
Benda uji silinder 150 × 300 mm atau kubus ditekan sampai hancur dengan compression tester (SNI 1974, ASTM C39). Benda uji dirawat basah sampai umur uji, umumnya 28 hari.
Bisa. Mulai dari preparasi, UTM, dan kekerasan; impak, chamber lingkungan, dan analisis termal ditambah kemudian. Siapkan sejak awal lantai yang kuat, listrik tiga fase, dan ruang untuk mesin yang akan datang.
Seret untuk memutar, gulir untuk zoom, klik kanan untuk menggeser. Klik alat untuk melihat detail.